Laporan Kaji Dampak Zakat (KDZ)

Dampak Zakat Terhadap
Pengentasan Kemiskinan

Studi terhadap 195 mustahik penerima program IZI menunjukkan bahwa zakat produktif secara signifikan meningkatkan kesejahteraan dan mempercepat pengentasan kemiskinan.

Total Responden

195

Mustahik

Kenaikan Income

+35,9%

Rata-rata

Pengentasan

67%

Keluar Zona Miskin

Transformasi

10%

Menjadi Muzakki

Metodologi Penelitian

  • Pendekatan:
    Kuantitatif (Survei Before-After)
  • Lokasi:
    14 Wilayah (DKJ, Jabar, Sumbar, Jateng, dll)
  • Analisis:
    Indikator Kemiskinan Umum, Indeks CIBEST, Time to Exit Poverty
  • Sampling:
    Purposive (Penerima >6 bulan & Terminasi <6 bulan)

"Keberhasilan zakat diukur dari perubahan nyata kualitas hidup mustahik."

Profil Mustahik

Karakteristik penerima manfaat

Posisi Responden

Status hubungan keluarga dari 195 mustahik.

Ibu (Istri/Kepala Keluarga) 49.2%
Ayah (Suami) 39.5%
Anak & Kerabat Lainnya 11.3%
*Termasuk menantu, cucu, orangtua, dll.

Jumlah Anggota Keluarga

Status asnaf: 90.3% Miskin, 9.7% Fakir

4
30.2%
5
25.1%
3
19.1%
6
8.7%
7
7.4%
2
6.6%

Insight Demografi

"Hampir semua mustahik IZI termasuk dalam kategori miskin dan sepertiganya memiliki 4 anggota keluarga."

Beban tanggungan keluarga cukup tinggi.

Dampak Ekonomi

Perubahan materiil dan kecepatan pengentasan

Rata-rata Pendapatan

Perbandingan Before & After

Rp 2.7jt
Sebelum
Rp 4.2jt
+36%
Sesudah

Akselerasi Pengentasan

Perbandingan estimasi waktu keluar dari kemiskinan dengan dan tanpa intervensi zakat.
Dengan dukungan zakat produktif, proses tersebut dapat berlangsung jauh lebih cepat.

Keluar Miskin Ekstrem
IZI: 1,2 Thn
Tanpa Zakat: 24 Tahun
Keluar Garis Kemiskinan
IZI: 3,8 Thn
Tanpa Zakat: 29 Tahun
Keluar UMP
IZI: 3,9 Thn
Tanpa Zakat: 29,6 Tahun
Keluar Had Kifayah
IZI: 8,4 Thn
Tanpa Zakat: 36,8 Tahun
Mencapai Nishab Zakat
IZI: 15,2 Thn
Tanpa Zakat: 44,8 Tahun

Status Ekonomi Mustahik

Dari 100% mustahik, 67% berhasil dientaskan dari berbagai zona kemiskinan.

67% Total
Entas
Rincian 67% Berhasil Dientaskan
Dientaskan dari Miskin Ekstrim (ME)
16%
Dientaskan dari Garis Kemiskinan (GK)
20%
Dientaskan dari UMP
10%
Dientaskan dari Had Kifayah (HK)
11%
Mustahik Menjadi Muzaki
10%
Meningkat Kesejahteraanya namun belum terentaskan dari 5 zona
33%

Indikator Kemiskinan Umum

Pengukuran statistik dampak intervensi.

Headcount Index (P0) 20.6%

Secara rata-rata terjadi penurunan proporsi mustahik miskin sebesar 20,6% setelah intervensi.

Income Gap Ratio (I) 13.2%

Secara agregat, kesenjangan pendapatan mustahik terhadap garis kemiskinan membaik sebesar 13,2%.

Poverty Gap Index (P1) -Rp518rb

Rata-rata selisih pendapatan mustahik terhadap garis kemiskinan berkurang sekitar Rp518 ribu per orang miskin.

Severity (P2) 18%

Ketimpangan pengeluaran antar kelompok miskin turun rata-rata.

FGT Index (P3) 13.6%

Distribusi pengeluaran antar kelompok miskin membaik sekitar 13,6%.

Key Insight

"Program zakat produktif IZI terbukti efektif secara kuantitatif dalam menurunkan jumlah, kedalaman, dan keparahan kemiskinan mustahik."

Kesimpulan Riset

Dampak Spiritual

Peningkatan ibadah dan kesejahteraan mustahik

Rata-rata Skor Spiritual (Agregat)

Perubahan Skor Keseluruhan (Skala 1-5)

4.04
Sebelum
4.25
+5.05%
Sesudah

Rata-rata Skor Spiritual Per Indikator

Perbandingan 7 Indikator (Skala 1-5)

4.43
4.65
ZIS
4.21
4.43
Keluarga
4.14
4.30
Kebijakan
4.05
4.25
Puasa
4.03
4.24
Aurat
3.96
4.24
Sholat
3.43
3.65
Al-Qur'an
Sebelum
Sesudah

Kesejahteraan Model CIBEST

Kuadran Sebelum Sesudah Perubahan
Kuadran I (Sejahtera)
29,4% 50,2% +20,8%
Kuadran II (Miskin Materiil)
66,4% 49% -17,4%
Kuadran III (Miskin Spiritual)
0,2% 0% -0,2%
Kuadran IV (Miskin Absolut)
3,8% 1% -2,8%

Insight Data

  • Rata-rata 50,2% rumah tangga mustahik berada pada Kuadran I (Sejahtera).
  • Rata-rata 49% masih berada pada Kuadran II (Miskin Material).
  • Tidak terdapat kemiskinan spiritual murni.
  • Rata-rata hanya 1% berada pada kemiskinan absolut (material + spiritual).

Efektivitas Program

Tingkat keberhasilan per program

#1 Smartfarm 91% Berhasil
#2 Keterampilan Bekam 82% Berhasil
#3 Lapak Berkah 79% Berhasil
#4 Eko. Umat (KUA) 69% Berhasil
#5 SPA Massage 68% Berhasil
#6 Modal Usaha 56% Berhasil
#7 Bina Ternak 35% Berhasil
#8 JHT (Jahit, Pangkas, Tempe) 33% Berhasil

Pertahankan

Program Smartfarm dan Bekam memiliki success rate >80%. Ini menunjukkan program berbasis Hard Skill spesifik dan pertanian terukur lebih efektif dibanding bantuan modal umum.

Perlu Evaluasi & Redesain

Program Bina Ternak dan JHT (Jahit, Pangkas, Tempe) memiliki tingkat keberhasilan di bawah 40%. Disarankan evaluasi dan redesain model bisnis. Apakah terkendala risiko usaha tinggi (penyakit ternak, fluktuasi harga pakan), permintaan pasar, skala usaha terlalu kecil, margin usaha tipis atau kurangnya pendampingan intensif.